Al-Firqah An-Najiyah


Cukuplah Kematian Sebagai Peringatan
November 22, 2008, 9:51 am
Filed under: Akhlak & Nasehat
كفى بالموت واعظا

Ketika saya sedang menuju satu ruang operasi bedah, tiba-tiba petugas ruang operasi bedah menyambutku sembari berkata, “Orang sakit yang berada di dalam, memberikan kertas ini kepadaku dan berkata, “Berikan kertas ini kepada saudara Al Jubair sebelum ia memulai operasi”".Saya menerima kertas tersebut, apa gerangan isi tulisannya? Orang tersebut telah menulis tulisan ini saat ia menuju meja bedah, ia tuangkan segala ungkapan dan perasaannya, tak terasa air mataku mengalir karenanya, kedua tanganku gemetar dan seluruh badanku merinding.
baca lanjut



Kutunggu Pinanganmu
November 22, 2008, 9:33 am
Filed under: Akhlak & Nasehat

Sabar dalam penantian

Merindukan pendamping hidup adalah fitrah setiap insan. Wanita, sebagai makhluk Alloh yang cenderung ingin diayomi atau dilindungi, tentu wajar berharap pula akan kehadiran seorang ikhwan dalam hidupnya. Dan saat menanti adalah ujian berat bagi seorang gadis. Sebagai bunga yang sedang mekar atau yang mungkin telah mekar sekian lama, seringkali ia terlena dengan tawaran manis si kumbang yang datang mempesonanya. Sayang, kebanyakan kumbang–kumbang itu sekedar ingin menggoda saja. Malah ada pula yang sekedar ingin menghisap madunya tanpa mau bertanggung jawab. Na’udzubillah! Begitulah fakta di masa kini. Realita fitnah syahwat yang terjadi di mana–mana hingga banyak wanita kehilangan kehormatannya. Karena itu, setiap gadis muslimah hendaknya pandai–pandai menjaga diri dan selalu berhati–hati, jangan sampai tertipu. Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan oleh seorang gadis muslimah dalam penantian?
baca lanjut



Terimalah Aku Apa Adanya
November 22, 2008, 8:20 am
Filed under: Akhlak & Nasehat

Di bawah naungan ajaran Islam, pernikahan sepasang insan suami istri menjalani hidup mereka dalam satu perasaan, menyatunya hati dan cita-cita. Namun adakalanya pernikahan harus berjalan di atas kerikil. Apalagi saat pandangan mulai berbeda, tujuan tak lagi sama. Mempertahankan keutuhan dan keharmonisan rumah tangga terasa tak lagi mudah. Di mata kita pasangan selalu serba salah dan penuh kekurangan.

Keluarga Samara

Pernikahan adalah fitrah kemanusiaan. Karenanya Islam menganjurkan, sebab nikah merupakan gharizah insaniyah. Sebagaimana Allah berfirman,

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah), (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.” (Ar-Ruum : 30).
baca lanjut



Mendapatkan Pasangan Yang Shalih
Oktober 31, 2008, 1:53 pm
Filed under: Tsaqafah

Harapan dan impian setiap pemuda atau pemudi yang memasuki usia pernikahan adalah memperoleh suami shalih atau istri shalihah, walaupun standar shalih mungkin berbeda antara satu orang dengan yang lain, menurut A mungkin si dia shalih, belum tentu menurut B demikian, akan tetapi bagaimanapun keduanya sepakat berharap yang shalih dalam urusan pasangan hidup, perkara ini hampir tidak diperselisihkan oleh dua orang, karena ia termasuk perkara mendasar dalam bangunan dan tatanan rumah tangga yang akan diarungi oleh suami istri.

Keshalihan suami istri adalah modal dasar yang tidak bisa ditawar dalam menciptakan rumah tangga yang kata orang, sakinah, mawaddah wa rahmah, ini tidak keliru sebab realita memang membuktikan demikian, sementara perkara-perkara selainnya hanya sebatas menunjang dan melengkapi yang tidak berarti tanpa adanya keshalihan. Apalah artinya ketampanan atau kecantikan tanpa keshalihan? Bisakah ia menjadikan rumah tangga tegak kokoh tanpanya? Apalah artinya harta melimpah jika tidak dibarengi dengan keshalihan? Bisa-bisa ia malah menjadi sebab petaka dan sengsara. Jabatan atau kedudukan? Setali tiga uang, tidak berbeda. baca selanjuitnya



Bertanggung jawablah untuk Sukses
Oktober 31, 2008, 1:14 pm
Filed under: Akhlak & Nasehat

ImageBotol vodka itu masih sering terngiang di pikiran Fulan. Botol vodka tujuh tahun yang lalu. Waktu itu, ia masih anak SMP. Saat itu, ia baru bingung. Dunia sepertinya nggak berpihak kepadanya. Teman-temannya mengajaknya untuk melupakan sejenak badai hidupnya; menikmati sejenak pelariannya.
Namun, ia ragu apakah sebotol vodka dapat mengusir jengah hidupnya. Ia tak meminumnya sama sekali. Ia tak menikmati pelarian versi teman-temannya itu. Ia meninggalkan mereka.
Tujuh tahun berlalu. Fulan kini adalah seorang mahasiswa berprestasi. Keputusannya menolak vodka dan meninggalkan teman-temannya itu merupakan langkah besar dalam hidupnya. Teman-temannya yang dulu mengajaknya mabuk kini menjadi pencuri. Sebagian sudah dijebloskan di bui. Hiii.
baca selanjutnya



Kian Mantap dengan Jilbab
Oktober 31, 2008, 1:09 pm
Filed under: Akhlak & Nasehat

ImageSobat muslimah, 10-20 tahun lalu… Jilbab belumlah sepopuler saat ini. Bila kita mendengar cerita dari para jilbaber pendahulu kita, kita akan tahu, betapa banyak rintangan dan tantangan yang mereka hadapi. Dari tantangan kecil, misalnya dituduh sok alim, bau surga, hingga yang berat, misalnya dikeluarkan dari sekolah, dilempari batu, dikatai ninja (bagi yang bercadar), bahkan diusir dari rumah!

Untuk saat ini, alhamdulillah, keberadaan jilbab sudah semakin familiar dalam masyarakat. Sayang, perkembangan selanjutnya, jilbab malah menjadi semacam trend, untuk mempercantik penampilan, sehingga keluarlah berbagai model jilbab. Memang harus diakui, kalau pakai jilbab kita-kita jadi semakin terlihat cantik, betul nggak?
baca selanjutnya



Cewek-Cewek Top Request!
Oktober 10, 2008, 4:45 pm
Filed under: Tsaqafah

Cewek-Cewek Top Request!

Kamu suka bingung mau tipe pendamping hidup yang seperti apa? Yang cantikkah? Yang taatkah? Atau yang bagaimana? Hm…ini sebagian kriteria wanita yang paling dicari oleh para pencari pendamping hidup, semoga kita semua mendapat petunjuk.
Sebenernya apa sih yang dicari cowok dari seorang cewek?
next



IMAN KEPADA HARI AKHIR
Oktober 10, 2008, 4:17 pm
Filed under: Aqidah

IMAN KEPADA HARI AKHIR
oleh : Izzudin Karimi

Beriman kepada Hari Akhir artinya meyakini dengan teguh apa yang diberitakan oleh Allah dalam kitabNya dan apa yang disampaikan oleh Rasulullah saw dalam haditsnya terkait dengan peristiwa yang terjadi sesudah mati, mulai fitnah kubur, azab dan nikmat kubur dan seterusnya sampai surga dan neraka.

Beriman kepada Hari Akhir adalah rukun iman yang kelima dari enam rukun iman. Di dalam al-Qur`an dan di dalam hadits beriman kepada Hari Akhir sering digandengkan dengan beriman kepada Allah karena orang yang tidak beriman kepada Hari Akhir tidak mungkin beriman kepada Allah, orang yang tidak beriman kepada Hari Akhir tidak akan beramal, orang beramal karena ada harapan kemuliaan di Hari Akhir dan ada ketakutan terhadap azab di Hari akhir, jika dia tidak beriman kepadanya maka dia seperti orang-orang yang disebutkan oleh Allah dan firmanNya,
baca lanjut



Saat Ajal Menjemput
Agustus 8, 2008, 3:52 pm
Filed under: Serpihan Mutiara

Saat Ajal Menjemput

Kematian adalah muara kehidupan manusia dan akhir perjalanannya di dunia, tidak ada yang lolos dari lubang jarum kematian, besar dan kecil, tua dan muda, sehat dan sakit, laki-laki dan wanita, semua yang hidup pasti akan meneguk gelas kematian dan memasuki gerbangnya yang berat. Beratnya kematian bisa kita lihat dari sejarah kematian manusia yang terekam kepada kita, bagaimana calon mayit mengalami sakaratul maut yang jika dia bisa berlari darinya niscaya dia akan berlari, tetapi ke mana? baca lanjut



Senyum
Agustus 1, 2008, 4:34 pm
Filed under: Serpihan Mutiara

Debat Muslim dan Atheis

Atheis : Anda mengimani bahwa Allah itu ada?
Muslim : Ya, tentu. Tidak ada sedikit keraguan pun dalam diriku tentang hal ini.

Atheis : Apakah Anda pernah melihat Allah?
Muslim : Tidak pernah.

Atheis : Apakah Anda pernah mendengar-Nya?
Muslim : Tidak pernah.

Atheis : Apakah Anda pernah mencium baunya atau menyentuhnya?
Muslim : Tidak.

Atheis : Lalu bagaimana Anda dapat mengimani bahwa Allah itu benar-benar ada?
Muslim : Apakah Anda pernah melihat akalmu?
Atheis : Tidak pernah.

Muslim : Apakah Anda pernah mencium baunya atau menyentuhnya?
Atheis : Tidak pernah.
Muslim : Lalu bagaimana Anda dapat mengaku bahwa Anda adalah seorang yang meiliki akal?




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.