Al-Firqah An-Najiyah


BIARKAN CINTAKU BERLABUH KARENA ALLAH
Mei 8, 2008, 1:17 pm
Diarsipkan di bawah: Tsaqafah

(Oleh : Abdullah)

Cinta bukan barang murahan. Cinta bukan sebuah aib yang mesti ditutupi. Namun, cinta adalah cinta. Terlalu sulit untuk dijabarkan apa maknanya. Sebab cinta itu di hati. Orang yang baik ialah orang yang memiliki rasa cinta. Tetapi apakah demikian menjadi barometer kebaikan seseorang? Tentu tidak jawabannya. Di sana banyak orang bercinta, percintaan yang ‘abadi’ kata mereka, bercinta dengan cintanya yang sangat, saling mencinta terhadap sang pautan kalbu dengan cintanya yang sangat, bercinta hingga mereka rela mengadu nasib sampai ke rantauan pulau jauhnya yang mereka rela demi satu maksud yakni cinta.

baca lanjut



Kaidah praktis memahami Al Qur’an
Mei 8, 2008, 1:16 pm
Diarsipkan di bawah: Tafsir

Salah memahami ucapan orang saja bisa jadi berabe, lalu bagaimana jadinya kalau salah memahami ucapan Allah? Wah bisa rusak nih agama! Makanya kita harus tahu bagimana kaidah yang benar di dalam memahami Al-Qur’an. Tidak asal menafsiri dengan akal kita masing-masing.Bayangkan jika hal ini boleh dilakukan, bisa jadi nantinya ada pemahaman Al-Qur’an ala politikus, ala teknokrat, atau ala budaya Jawa, hingga memahami Al-Qur’an dengan ala kadarnya saja. Setiap kepala manusia bisa jadi berbeda dalam memahami satu ayat di dalam Al-Qur’an, makanya hal semacam ini dilarang di dalam agama, Nabi bersabda, “Barangsiapa yang menafsirkan Al-Qur’an dengan akalnya, bila mana benar pun, tetap dianggap salah.” (HR. Al-Laalika-i)

baca lanjut



Kebimbangan Hati
Mei 8, 2008, 11:54 am
Diarsipkan di bawah: Tsaqafah

ImageCinta itu sulit untuk dipahami.dia datang dan sulit untuk meyingkirkannya . Tapi selama kita masih berlindung dibawah naungan ALLAH SWT,insya allah kita akan terjauhi dari perbuatan yang dilarangnya.Satu-satunya yang patut untuk dicintai adalah hanya ALLAH semata.

Saya adalah seorang pelajar SMA, namaku adalah Syamsul Alam (Alank).Saya sangat bimbang soalnya saya lagi jatuh hati pada seorang wanita.Dia itu teman sekelas-ku,setip kali aku bertemu dengannya saya bagaikan ingin menyapanya tapi mulut ini seperti terjahit. Yang paling saya bimbangkan adalah; pertama dalam agama pacaran itu di larang,dia sangat mengerti tentang agama,saya cenderung untuk melihatnya.
Apa yang harus saya lakukan?. Saya mencoba untuk mendekatinya dan berbicara padanya.saya menyapanya dengan senyuman dan dia pun membalasnya. Saya sudah mulai berani untuk berbicara dengannya,kami berdua sering mengerjakan tugas bersama-sama. Hingga saat ini saya masih bimbang, jadi saya hanya berharap dia itu mengerti perasaanku.
(majalah elfata)