Diarsipkan di bawah: Akhlak & Nasehat
Wahai Ukhti….., renungkanlah hal ini…..
Kebahagiaan tetaplah rahasia Ilahi, meskipun ‘sejuta manusia’ menggapai langit dan menggali bumi, demi kebahagiaan sejati.
Keyakinan terhadap takdir, menjunjung manusia ke arah ketabahan, kepasrahan dan keteduhan hati.
Keihlasan, bak mutiara terpendam, menyorotkan cahaya pasrah, menyambut keridhoan ilahi.
Peneladanan terhadapmu, wahai Nabiku, seringkali menggeser segala kesukaan kami terhadap segenap penghuni bumi. Itulah sebabnya, kehambaan kami bertahan hingga kini.
Saudari muslimah, berbahagialah dengan takdirmu, niscaya keabadian menghampirimu dengan segala keindahannya.
Saudari muslimah, berbahagialah dengan keislamanmu, niscaya surga dunia, juga surga akhirat, berkenan menyambutmu…
Wahai Ukhti….., pikirkanlah hal ini…..
Ukhti…Besarnya kerudungmu tidak menjamin sama dengan besarnya semangat jihadmu menuju ridho tuhanmu, bahkan bisa jadi kerudung besarmu hanya akan di jadikan sebagai identitasmu saja, supaya bisa mendapat gelar akhwat dan di kagumi oleh banyak ikhwan, jangan sampai ya ukhti………. baca lanjut
Diarsipkan di bawah: Serpihan Mutiara
Maafkan Ana Ukhti
Tatkala awan putih berubah kelabu
Rasa di hati mengharu biru
Mencoba tenang tapi tampak ragu
Seakan ombak yang menderu
Segala rasa berkecamuk di hati
Mencoba mencerna yang tersirat
Dalam pesan yang membuat jantung berdegup
Ditengah gegap dan gagap
Sungguh ukhti, bukan maksud ana untuk menusuk hati
Entah bagaimana ana harus meminta
Semua terasa begitu samar
Semua terasa begitu nanar
Tak kuasa hati ini ukhti
Membereskan yang terserak
Merapikan yang beriak
Menenangkan yang bergejolak
Awan kelabu kini terasa begitu gelap
Tatkala permintaan maaf ini tak segera ditanggap
Bila permintaan maaf tidaklah cukup
Biarlah rangkaian kata ini menenangkan hati yang sempat terkesiap
Maafkan ana ukhti….
(hastiadi.blogspot.com)
Diarsipkan di bawah: Serpihan Mutiara
SAYA INI SEDANG FUTUR
saya ini sedang futur baca al-qur'an enggan, nonton tv doyan baca al-qur'an nggak berkesan, nonton sinetron dan cek & ricek malah ketagihan nonton bolapun ngga’ pernah ketinggalan saya ini sedang Futur jarang baca buku dan majalah islam lagi demen baca komik sinchan dan detektif conan saya ini sedang kalah perhatikan sikap saya yang mudah menyerah dan putus asa yang inisiatifnya lemah cuma bisa nunggu perintah yang mudah marah belum bisa ramah yang merasa tidak dibutuhkan karena kurang mendapat perhatian baca lanjut
Diarsipkan di bawah: Akhlak & Nasehat
Kepada yang tercinta Bundaku yang ku sayang
Segala puji bagi Allah ta’ala yang telah memuliakan kedudukan kedua orang tua, dan telah menjadikan mereka berdua sebagai pintu tengah menuju surga. Shalawat serta salam, hamba yang lemah ini panjatkan keharibaan Nabi yang mulia, keluarga serta para sahabatnya hingga hari kiamat. Amin…
Ibu… aku terima suratmu yang engkau tulis dengan tetesan air mata dan duka, dan aku telah membacanya, ya aku telah mengejanya kata demi kata… tidak ada satu huruf pun yang aku terlewatkan.
Tahukah engkau, wahai Ibu, bahwa aku membacanya semenjak shalat Isya’ dan baru selesai membacanya setelah ayam berkokok, fajar telah terbit dan adzan pertama telah dikumandangkan?! Sebenarnyalah surat yang engkau tulis tersebut jika ditaruhkan di atas batu, tentu ia akan pecah, sekiranya diletakkan ke atas daun yang hijau tentu dia akan kering. Sebenarnyalah surat yang engkau tulis tersebut tidak tersudu oleh itik dan tidak tertelan oleh ayam. Sebenarnyalah bahwa suratmu itu bagiku bagaikan petir kemurkaan… bagaikan awan kaum Tsamud yang datang berarak yang telah siap dimuntahkan kepadaku…
Diarsipkan di bawah: Akhlak & Nasehat
Surat dari seorang Ibu
Surat ini benar-benar menyentuh hati saya. ketika membaca tulisan ini saya merasa trenyuh dan larut dalam suasana haru. Terbayang wajah ibu saya, yang telah melahirkan, mendidik, dan membesarkan dengan penuh kasih sayang. Ibu adalah yang terbaik bagiku. Tak pernah ada kata tidak untuk kami anak-anaknya ketika meminta sesuatu. Tak pernah ada kata-kata kasar dan bentakan bila ibu tak setuju atau jengkel pada tindakan kami. Semoga Allah membalas kebaikan ibu dengan pahala yang besar. Semoga Allah senantiasa membimbing dan memberi petunjuk kepada saya untuk selalu memperlakukan ibu dengan baik serta mengasihinya sebagaimana ibu mengasihi kami, anak-anaknya.
Robbigh firlii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii soghiiroo
Diarsipkan di bawah: Akhlak & Nasehat
Surat buat Ukhti
Makassar, 3 Rabi’u Tsaanii 1422 H Kepada hamba Allah yang menganiaya diri-diri mereka,
Assalaamu ‘Alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Segala puji ALLAH semata. Kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan-Nya. Kami berlindung kepada-Nya dari kejahatan yang dibisikkan oleh jiwa-jiwa kami dan dari keburukan perbuatan kami. Aku bersaksi bahwa tiada sembahan yang berhak disembah selain ALLAH Ta’ala semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Aalihi Wasallam adalah hamba dan utusan-Nya. Salam dan shalawat semoga senantiasa terlimpahkan kepada Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Aalihi Wasallam, keluarga beliau, shahabat beliau serta seluruh pengikut beliau yang ikhlash hingga hari kiamat.
Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori
Disusun oleh Muhammad Abduh Tuasikal
Sungguh telah banyak nikmat yang telah dianugerahkan Allah Ta’ala kepada kita. Jika kita mencoba untuk menghitung nikmat tersebut niscaya kita tidak akan mampu untuk menghitungnya. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),
وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ
“Dan jika kalian menghitung nikmat Allah, niscaya kalian tidak mampu untuk menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (ni’mat Allah).” (QS Ibrahim [14] : 34)
Diarsipkan di bawah: Akhlak & Nasehat
Pak … kita telah mengetahui bahwa hidayah dan taufik semata-mata dari Allah dan kita hanya bisa berusaha dan berusaha, namun namanya hidayah tetap kita serahkan pada-Nya.
Tidak usah jauh-jauh, cobalah kita perhatikan nabi kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, penghulu para nabi. Lihatlah bagaimana kehidupan beliau. Perhatikanlah bahwa di waktu kecil saja, beliau dalam keadaan yatim, sudah ditinggalkan ibu bapaknya. Beliau tumbuh dalam keadaan fakir, lalu siapakah yang selalu menjaganya? Siapakah yang menumbuhkan keimanannya? Siapakah yang mewahyukan kitab suci Al Qur’an padanya? Dialah Allah subhanahu wa ta’ala, segala kenikmatan adalah dari-Nya, segala kemuliaan dan sanjungan berhak ditujukan pada-Nya.
Diarsipkan di bawah: Kisah
Mengucapkan Kalimat Syahadat Saat Maut Menjemput
Disusun oleh Muhammad Abduh Tuasikal
Suatu hadits yang sangat istimewa, yang sangat baik direnungkan oleh setiap insan beriman, apalagi hadits ini sangat-sangat dibutuhkan menjelang kematian.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ دَخَلَ الجَنَّةَ
”Barangsiapa yang akhir perkataannya adalah ‘lailaha illallah’, maka dia akan masuk surga” (HR. Abu Daud. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashobih no. 1621)
Melihat hadits tersebut, kami teringat pada sebuah kisah yang sangat menarik dan menakjubkan. Kisah ini diceritakan oleh Al Khotib Al Baghdadi, dalam Tarikh Bagdad 10/335. Berikut kisah tersebut.
Diarsipkan di bawah: Akhlak & Nasehat
Oleh: Abu dan Ummu Ahmad
Segala puji bagi Alloh yang telah menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan. Salam dan sholawat semoga selalu tercurah kepada seutama-utama pendidik, Rosululloh Muhammad, keluarga, para sahabat, serta para pengikutnya dengan baik hingga hari kiamat.
Kehidupan ini penuh dengan tantangan dan kesulitan. Ia bukanlah tempat hunian yang penuh bertaburkan bunga dan bukan pula “bulan madu”1 seperti yang banyak digambarkan dan dibayangkan oleh kebanyakan wanita. Akan tetapi, seorang wanita harus memahami bahwa dirinya mau tidak mau harus mengemban tanggung jawab dan pengorbanan berat yang bagi seorang muslimah hal ini dianggap sebagai bentuk manisnya iman.
